Aris & Iin Blog

Our Blog

Blog EntryMy familyApr 15, '07 3:46 AM
for everyone
Saya sangat keluarga saya, dari papa, mama sampai ade-ade saya. Saya sangat sedih jika diantara mereka ada yang sakit, seperti pada tanggal 9 maret 2007 papa saya harus masuk rumah sakit karena serangan jantung. Hingga pada hari itu juga saya ditemanin dgn Yayang harus ke Jogja untuk melihat kondisi papa saya. Sesampai di rumah sakit "Panti rapih" Jogja tempat papa saya dirawat saya ketemu dengan Putri (ade saya) & Budi (pacar ade saya).
Pagi hari-nya saya langsung ketemu dengan papa saya.Ketika saya melihat papa saya yang dibantu dengan alat-alat kedokteran yang disediakan oleh pihak Rumah Sakit. rasanya saya pengen sekali  hanya saya ingat pesan Yayang : Jangan  nanti klo ketemu papa karena akan membuat papa tambah sedih.
Dengan peristiwa seperti ini saya menjadi merasakan tambah sayang & cinta ama keluarga saya.
Saya juga sangat   keluarga saya yang di Jakarta ( Papa & Mama Yayang ), walaupun saya jauh dari keluarga yang sesungguhnya tp saya bisa merasakan kehangatan kasih sayang Orang Tua yang sebenarnya.

Saya memohon dalam doa agar semua yang mencintai dan dicintai ama saya selalu sehat dan dalam Lindungan Allah Swt, Amin.


Blog EntryMy familyApr 15, '07 3:46 AM
for everyone
Saya sangat keluarga saya, dari papa, mama sampai ade-ade saya. Saya sangat sedih jika diantara mereka ada yang sakit, seperti pada tanggal 9 maret 2007 papa saya harus masuk rumah sakit karena serangan jantung. Hingga pada hari itu juga saya ditemanin dgn Yayang harus ke Jogja untuk melihat kondisi papa saya. Sesampai di rumah sakit "Panti rapih" Jogja tempat papa saya dirawat saya ketemu dengan Putri (ade saya) & Budi (pacar ade saya).
Pagi hari-nya saya langsung ketemu dengan papa saya.Ketika saya melihat papa saya yang dibantu dengan alat-alat kedokteran yang disediakan oleh pihak Rumah Sakit. rasanya saya pengen sekali  hanya saya ingat pesan Yayang : Jangan  nanti klo ketemu papa karena akan membuat papa tambah sedih.
Dengan peristiwa seperti ini saya menjadi merasakan tambah sayang & cinta ama keluarga saya.
Saya juga sangat   keluarga saya yang di Jakarta ( Papa & Mama Yayang ), walaupun saya jauh dari keluarga yang sesungguhnya tp saya bisa merasakan kehangatan kasih sayang Orang Tua yang sebenarnya.

Saya memohon dalam doa agar semua yang mencintai dan dicintai ama saya selalu sehat dan dalam Lindungan Allah Swt, Amin.


Blog EntryWhite LoveApr 15, '07 3:03 AM
for everyone


Perasaan yang semakin kami rasakan dari hari ke hari. Jangan pernah berhenti untuk selalu menjaga rasa cinta yang telah di bina selama ini.

Blog EntryMakin CintaMar 2, '07 5:04 AM
for everyone

Blog EntryDiomelin Oct 10, '06 1:42 AM
for everyone
Hari ini tgl 10 Okt 2006, bru nyampe ktr lsg di omelin ama Bu suzan via tlp,dgn alasan datang terlambat, tdk disiplin n msh byk lg....Saya hanya bsa minta maaf doank n ketawa-ketiwi. Hanya satu dlm pikiran saya yaitu I DON'T CARE......

Blog EntryHot SHotOct 6, '06 3:10 AM
for everyone



Emang gak enak bgt yach satu ruangan kerja dgn rekan yang penyakitan, Imbasnya di Aq yang kerja jd keringatan seperti kerja di lapangan bola aja...:)

Pokoknya Kapok Bgt dech kerja sambil bercucuran keringat...

Pengen cepat pulang kerumah N ketemu yayang.....


Blog EntryPuasaOct 6, '06 2:08 AM
for everyone

Aq hari ini buka puasa bareng kekasih tercinta....Krn selama bulan puasa qta ber2 jarang bgt buka puasa bareng....

Sayang,  buka puasa bareng lagi yuuuukkk......:))

Love U Sayang


Blog EntryLoveOct 5, '06 8:47 AM
for everyone


Blog EntrySponge BobOct 3, '06 8:47 AM
for everyone
 
Hiiiiiiiiiiiiiiii.............


Blog EntryKekuatan Do'aSep 30, '06 2:27 AM
for everyone

Louise Redden, seorang ibu kumuh dengan baju kumal, masuk ke dalam sebuah supermarket. Dengan sangat terbata-bata dan dengan bahasa yang sopan ia memohon agar diperbolehkan mengutang. Ia memberitahukan bahwa suaminya sedang sakit dan sudah seminggu tidak bekerja. Ia memiliki tujuh anak yang sangat membutuhkan makan.

John Longhouse, si pemilik supermarket,mengusir dia keluar. Sambil terus menggambarkan situasi keluarganya, si ibu terus menceritakan tentang keluarganya. “Tolonglah, Pak, Saya janji akan segera membayar setelah aku punya uang.”

John Longhouse tetap tidak mengabulkan permohonan tersebut. “Anda tidak mempunyai kartu kredit, anda tidak mempunyai garansi,” alasannya.

Di dekat counter pembayaran, ada seorang pelanggan lain, yang dari awal mendengarkan percakapan tadi. Dia mendekati keduanya dan berkata : “Saya akan bayar semua yang diperlukan Ibu ini.”

Karena malu, si pemilik toko akhirnya mengatakan, “Tidak perlu,Pak. Saya sendiri akan memberikannya dengan gratis. Baiklah, apakah ibu membawa daftar belanja ?”

“Ya, Pak. Ini,” katanya sambil menunjukkan sesobek kertas kumal.”
“Letakkanlah daftar belanja anda di dalam timbangan, dan saya akan memberikan gratis belanjaan anda sesuai dengan berat timbangan tersebut.”

Dengan sangat ragu-ragu dan setengah putus asa, Louise menundukkan kepala sebentar, menuliskan sesuatu pada kertas kumal tersebut, lalu dengan kepala tetap tertunduk, meletakkannya ke dalam timbangan.

Mata Si pemilik toko terbelalak melihat jarum timbangan bergerak cepat ke bawah. Ia menatap Pelanggan yang tadi menawarkan si ibu tadi sambil berucap kecil, “Aku tidak percaya pada yang aku lihat.”

Si pelanggan baik hati itu hanya tersenyum. Lalu, si ibu kumal tadi mengambil barang-barang yang diperlukan, dan disaksikan oleh pelanggan baik hati tadi, si Pemilik toko menaruh belanjaan tersebut pada sisi timbangan yang lain. Jarum timbangan tidak kunjung berimbang, sehingga si ibu terus mengambil barang-barang keperluannya dan si pemilik toko terus menumpuknya pada timbangan, hingga tidak muat lagi. Si Pemilik toko merasa sangat jengkel dan tidak dapat berbuat apa-apa.

Karena tidak tahan, Si pemilik toko diam-diam mengambil sobekan kertas daftar belanja si ibu kumal tadi. Dan ia-pun terbelalak. Di atas kertas kumal itu tertulis sebuah doa pendek: “Tuhan, Engkau tahu apa yang hamba perlukan. Hamba menyerahkan segalanya ke dalam tanganMu.”

Si Pemilik Toko terdiam. Si Ibu, Louise, berterimakasih kepadanya, dan meninggalkan toko dengan belanjaan gratisnya. Si pelanggan baik hati bahkan memberikan selembar uang 50 dollar kepadanya. Si Pemilik Toko kemudian mencek dan menemukan bahwa timbangan yang dipakai tersebut ternyata rusak. Ternyata memang hanya Tuhan yang tahu bobot sebuah doa.

Segera setelah anda membaca cerita ini, ucapkanlah sebuah doa. Hanya itu.

Stop pekerjaan anda sekarang juga dan ucapkan sebuah doa untuk dia yang telah mengirimkannya kepada anda. Biarlah jaringan ini tidak terputus, karena DOA ADALAH HADIAH TERBESAR DAN TERINDAH YANG KITA TERIMA. Tanpa biaya, tetapi penuh daya guna.


Blog EntrySMS - English VersionSep 28, '06 6:29 AM
for everyone


> (*) Bang, tell me who send this short message Bang
> Bang, this message with those words of "honey"
> Bang, it must come from your girlfriend Abang
> Bang, it has caused me feel so uneasy
>
> Bang, please give me your answer now Abang
> Bang, I will throw you mobile phone away
> Bang, please tell me the truth right now Abang
> Bang, if you love me anyway
>
> When you talk in argument
> You are so good with reasons
> Obviously you've wrong statement
> Still going with your reasons
>
> You tell me wrong number lah
> You tell me someone's joke lah
> You tell me wrong number lah
> You tell me someone's joke lah
> Starting this very moment, your mobile phone will be mine
>
> Back to (*) 2x


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help
Template design Copyright © 2005 Jeff Miller